Optimasi TikTok Pangle
Pangle adalah jaringan iklan (Audience Network) milik TikTok yang menayangkan iklan di luar aplikasi TikTok (di game, aplikasi utilitas, dll). Perilaku tracking di Pangle seringkali berbeda dengan placement TikTok Feed.
Tantangan Tracking di Pangle
User di Pangle sering melakukan "Accidental Clicks" (klik tidak sengaja) saat bermain game, yang menyebabkan:
- Jumlah Klik (CTR) sangat tinggi.
- Conversion Rate (CVR) sangat rendah.
- Bounce Rate tinggi di landing page.
Hal ini bisa membuat laporan iklan terlihat bagus (banyak klik murah), padahal kualitas traffic-nya rendah.
Strategi Optimasi
Untuk mendapatkan hasil maksimal, kami merekomendasikan:
1. Pisahkan Ad Group (Split Placement)
Jangan gabungkan placement TikTok Feed dan Pangle dalam satu Ad Group.
- Group A (Conversion): Placement TikTok Feed Only. Gunakan budget utama (70-80%). Objektif: Conversion/Sales.
- Group B (Awareness/Tester): Placement Pangle Only. Gunakan budget sisa (20%). Objektif: Traffic/App Install.
2. Gunakan Landing Page View (LPV)
Untuk Pangle, jangan hanya optimasi berdasarkan Link Click. Gunakan Landing Page View sebagai objektif agar algoritma mencari orang yang benar-benar menunggu website loading.
3. Analisis Discrepancy
Bandingkan data:
- TikTok Reports: Jumlah Klik.
- Konektor Reports: Jumlah Visitor (New Lead).
Jika Klik >> Visitor, kemungkinan besar banyak klik sampah (accidental) dari Pangle. Segera matikan placement Pangle di Ad Group tersebut.
Kapan Menggunakan Pangle?
Pangle tetap berguna untuk:
- Brand Awareness (murah).
- App Installs (inventory game sangat cocok untuk install game lain).
- Retargeting (mengejar user yang sudah kenal brand Anda di aplikasi lain).
Next Steps
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Tim kami siap membantu Anda memaksimalkan potensi tracking iklan dan atribusi bisnis Anda.
© 2026 Konektor. Seluruh hak cipta dilindungi.
